7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Affiliate Marketing Pemula

Posted on Posted in Affiliate

Ada kesalahan yang sering dilakukan affiliate marketing pemula seperti saya pada awal memulai bisnis online afiliasi ini. Apa saja kesalahan tersebut?

Ketika pertama kali mencoba afiliasi atau affiliate marketing pemula, hal pertama yang saya inginkan adalah hanya mendapatkan KOMISI.

Setelah itu, saya belajar banyak dan mencoba segala hal untuk mendapatkan komisi dari afiliasi ini.

Berbagai kesalahan juga sangat sering saya lakukan.

Melakukan split test seperti halnya dalam Facebook Ads juga harus dilakukan dalam affiliate marketing.

Tapi jika Anda masih seorang affiliate marketing pemula atau yang masih baru terjun di bidang afiliasi, maka langkah ini tidak perlu buru-buru dilakukan. Step by step saja.

Selama saya melakoni praktik afiliasi ini, ada beberapa kesalahan umum yang sering saya lakukan

1.Hanya Menjual Tanpa Membantu

Pada dasarnya, affiliate marketing memang tujuannya adalah untuk pemasaran. Tapi jika dilakukan dengan kasar (hard selling), maka itu bisa merugikan Anda.

Pertama kali saya memasarkan affiliasi, saya memposting kata-kata call to action di banyak akun socmed saya. Seperti ‘BELI INI SEKARANG’, ‘BELI SEKARANG SEBELUM KEHABISAN’, dll.

Tapi saya lupa bahwa saya tidak memaparkan mengapa orang-orang harus membeli produk yang saya tawarkan.

Kalau tujuannya klik dan closing, maka cara posting seperti itu kurang tepat. Apakah Anda juga sering melakukannya?

Banyak orang yang ingin membeli suatu produk atau jasa setelah pengalaman dari orang lain yang lebih dulu melakukannya.

So, ada baiknya jika Anda menceritakan terlebih dahulu masalah, dan solusi apa yang harus dilakukan sehingga produk tersebut wajib untuk mereka beli.

2. Too Much

Kesalahan yang sering dilakukan selanjutnya oleh affilate marketing pemula adalah begitu banyak join.

Saking semangatnya untuk melakukan afiliasi, Anda bergabung dengan banyak seller produk yang menyediakan program afiliasi.

Namun apa yang terjadi? Hal itu bisa jadi membuat Anda kurang fokus dan itu memang pernah saya alami.

Langkah terbaiknya adalah bergabunglah dengan program afiliasi secara bijak. Dari situ, kemudian Anda bisa fokus pada penyempurnaan teknik marketing Anda sehingga dapat meningkatkan komisi.

3. Affiliate Marketing Pemula Sering Tidak Melakukan Test

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, memasarkan url affiliate kita juga mesti harus melakukan split test.

Apalagi jika Anda berniat menambahkan afiliasi Anda dengan Facebook Ads.

Setelah join, cobalah tempatkan diri Anda sebagai konsumen atau calon customer Anda, dan rasakan apa yang akan terjadi jika mereka mengikuti saran dari Anda.

4. Kurang Memantau Perkembangan

Ya, ini juga dulu sering saya lakukan di beberapa laman web maupun akun media sosial saya.

Selalu tidak mengontrol apa yang saya promosikan.

Di laman blog saya, sering sekali saya selipkan tawaran produk tertentu. Tapi dari semua itu, banyak yang tidak saya kaitkan dengan url unik agar bisa mengtracknya.

Kenapa ini penting?

Sederhananya, ketika affiliate marketing Anda berhasil closing, pastinya Anda ingin tahu dari mana closing tersebut.

Hal ini ke depannya bisa Anda jadikan patokan (meski tidak selamanya demikian) untuk memborbardir promotion agar closing lebih banyak lagi.

5. Tidak Membandingkan Produk

Membandingkan produk satu dengan yang lain cukup penting.

Hal ini tujuan utamanya adalah untuk mengetahui CTR (Click Through Rate).

Menempatkan produk mana yang terbaik di halaman depan atau yang paling utama akan dapat membuat CTR menjadi lebih baik.

Menjadi seorang affiliate marketing handal memang selalu membutuhkan fokus dan motivasi. Setelah mempelajari kesalahan yang sering dilakukan, tentu ini diharapkan dapat membuat bisnis afiliasi Anda jauh lebih berkembang dengan omzet TANPA BATAS.

Memang, menjadi seorang affiliate marketer gampang-gampang susah. Tapi semua bukanlah juga membutuhkan pengorbanan?

Jika Anda memang ingin belajar dan memahami affiliate marketing, maka simak terus blog saya ini ya…

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *